
Penulis: Ignatius Herjanjam
Editor: Melissa Puspa Chandra
Kesejahteraan tak selalu soal materi. Terkadang, hadir, mendengarkan, dan saling peduli justru lebih bermakna.
Dalam artikel sebelumnya, sahabat D’Impact telah menyimak bagaimana Anthony Agung Prasetio menerapkan konsep ini di lingkungan kerja. Kali ini, kita diajak melihat bagaimana semangat yang sama ia hidupkan di luar ranah profesional – tepatnya dalam komunitas alumni yang ia pimpin – tentunya dengan cara yang berbeda.
Dari Reuni ke Komunitas Peduli
Kalbu Mulia – singkatan dari Keluarga Alumni Budi Mulia – berawal dari sebuah reuni sederhana pada awal 2020. Pertemuan itu membangkitkan keinginan para alumni SMP Budi Mulia Bogor angkatan 1989 untuk membentuk komunitas yang tujuannya bukan hanya untuk bernostalgia, tapi juga memberi dampak sosial. Nama Anthony Agung Prasetio pun mencuat sebagai figur pemersatu, dan ia akhirnya dipercaya memimpin komunitas ini.
Uniknya, Anthony bukanlah sosok yang menonjol semasa SMP. Berawal dari keinginan orangtua yang mendorongnya menjadi pastor, hingga kini Anthony terinspirasi untuk melayani sesama – bukan melalui jalur tahbisan, tetapi dengan menjadi sukarelawan yang selalu ingin membantu, salah satunya melalui Kalbu Mulia.
Aksi Nyata: Dari Alumni untuk Sesama
Bersama teman-teman seangkatannya, Anthony menginisiasi berbagai kegiatan sosial internal seperti: mengunjungi guru lama, mengirim bingkisan hari raya, menjenguk teman yang sakit, membantu alumni yang sedang kesulitan ekonomi, hingga memberikan pendampingan spiritual bagi anggota yang berduka. Semua dilakukan secara lintas agama dan latar belakang.
Tak hanya di dalam komunitas, Kalbu Mulia juga aktif menggerakkan kepedulian ke luar. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain: kunjungan ke panti asuhan, distribusi sembako untuk masyarakat terdampak pandemi, penggalangan dana bencana, hingga mendukung pendidikan anak-anak kurang mampu melalui program adopsi edukasi.
Kini anggota Kalbu Mulia tersebar di berbagai kota bahkan negara. Namun, semangat gotong royong tetap merekatkan mereka dalam satu keluarga besar.
“Relasi yang tulus membuat kami bisa terus bertumbuh. Kalbu Mulia bukan cuma tentang masa lalu, tapi tentang bagaimana kami bisa hadir di masa kini untuk sesama,” ungkap Anthony.
Sahabat D’Impact, ikatan persahabatan lama bisa berkembang menjadi ruang penguatan sosial dan spiritual yang nyata. Kisah Kalbu Mulia ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas alumni lain – bahwa jejaring lama bisa menjadi jalan baru untuk berbagi makna dan membangun kesejahteraan bersama.