
Penulis: Ignatius Herjanjam
editor: Melissa Puspa Chandra
Karakter sejati tak melulu dibentuk dari badai besar, tapi dari pilihan kecil yang dipegang teguh setiap hari.
Vinsensa Gerosa Lina (Lina), konsultan kecantikan dan pemilik klinik kecantikan Michell Skincare, adalah salah satu individu yang telah membuktikannya.
Apa pilihan kecil yang mengantarkannya kepada sosoknya yang sekarang? Bagaimana pilihan kecil tersebut memengaruhi setiap keputusan dan pencapaiannya? Mari simak jawabannya dalam kilas balik kehidupan dan kariernya berikut ini, sahabat D’Impact.
Masa Muda yang Membentuk Karakter
Lina tumbuh dalam keluarga yang suportif dan berkecukupan secara finansial di Medan, Sumatra Utara. Kemudian, semasa remajanya, orangtuanya memutuskan untuk berpisah.
Peristiwa ini menjadi titik balik baginya. Ia memutuskan untuk lebih mandiri dan memegang teguh prinsip-prinsipnya, dan segera menerapkannya dalam kehidupannya kala itu.
Ia memilih untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang dianggapnya negatif, dan menjadi selektif dalam bergaul karenanya.
“Saat remaja, ada saja teman-teman yang mengajak saya untuk melakukan kebiasaan yang negatif, mencari kesenangan atau mengarah kepada pergaulan yang kurang baik. Meski terlihat menyenangkan, saya menolaknya, karena saya sudah tahu arah tujuan dan ingin meraih masa depan saya,” ungkap Lina, awal Juni 2025.
Prinsip ini ia pertahankan bahkan ketika ia melanjutkan pendidikan di fakultas kedokteran di sebuah universitas di Jakarta. Ia fokus pada studi dan menghindari hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasinya. Sikap disiplin dan komitmen tinggi terhadap pendidikan ini membuahkan kelulusan dengan hasil memuaskan pada tahun 1989.
Perjuangan dan Kemandirian
Sahabat D’Impact, selama masa kuliah, Lina tidak hanya mengandalkan dukungan finansial dari keluarga. Ia aktif mencari penghasilan tambahan dengan berjualan kue dan pakaian, serta memberikan les privat kepada anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini tidak hanya membantunya secara finansial, tetapi juga melatih jiwa kewirausahaannya sejak dini.
“Saya tidak pernah gengsi dalam melakukan hal apapun, asal positif dan bermanfaat,” tegas perempuan berumur 54 tahun ini. Ia pun percaya bahwa setiap usaha, sekecil apapun, jika dilakukan dengan niat baik dan kerja keras, akan membuahkan hasil yang memuaskan. Sikap ini menjadi fondasi kuat dalam membangun karier dan usahanya di kemudian hari.
Usaha yang kemudian digelutinya pun tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, sahabat D’Impact. Lina juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia pernah membuka kafe yang dikelola oleh teman-teman tuli, memberikan mereka kesempatan untuk bekerja dan mandiri secara finansial. Dan, meski kafe tersebut akhirnya harus ditutup karena berbagai kendala, ia tidak menganggapnya sebagai kegagalan tetapi tantangan yang perlu ia taklukkan di kemudian hari.
Setelah menikah, tanggung jawab Lina makin bertambah. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan, mengurus rumah tangga, dan merawat anak. Meski demikian, ia tetap menjalani semuanya dengan penuh semangat dan tanpa keluhan. Baginya, bekerja keras adalah bagian dari tanggung jawab dan bentuk syukur atas kehidupan yang dijalani.
Pribadi yang Tertempa
Hingga kini, Lina dikenal sebagai pribadi yang jujur, disiplin, dan tidak mencari popularitas. Ia lebih memilih untuk fokus pada kualitas kerja dan integritas daripada mengejar pengakuan dari orang lain.
Selain itu, prinsip hidupnya yang kuat membuatnya tetap konsisten dalam menjalani setiap peran, baik sebagai ibu, istri, maupun pengusaha. Karenanya, ia percaya bahwa kesuksesan tidak harus berasal dari latar belakang yang sulit atau penuh gejolak. Dengan tekad, kerja keras, dan prinsip hidup yang jelas, siapa pun bisa mencapai kesuksesan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Sahabat D’Impact, semoga pengalaman hidup Lina memberikan motivasi dan semangat bagi kita semua untuk terus berjuang dan berpegang pada nilai-nilai yang baik dalam meraih impian.