Pengusaha Skincare

Penulis: Ignatius Herjanjam

Editor: Melissa Puspa Chandra

Kesuksesan bukan tentang seberapa besar langkah yang kita ambil, tetapi tentang konsistensi dalam melangkah.

Kalimat ini mencerminkan perjalanan Vinsensa Gerosa Lina, seorang pengusaha skincare dari Bogor, Jawa Barat. Seperti apa kiprahnya? Sahabat D’Impact, mari temukan dalam artikel berikut ini.

Memberanikan Diri Melangkah

Menjadi seorang karyawan berbeda halnya dengan menjadi seorang pengusaha. Namun, hal ini tak menyurutkan semangat Lina yang adalah seorang konsultan kecantikan di sebuah klinik di bilangan Kelapa Gading sejak tahun 2001. Sementara tetap bekerja di klinik tersebut, ia menapakkan kaki di dunia bisnis perawatan kecantikan pada tahun 2006 dengan bekal semangat juang dan keahlian semata.

Tanpa dibantu siapa pun, iya menjalankan bisnis perawatan kecantikan tersebut secara door to door. Seringkali, ia menempuh jarak 20 km dari rumahnya dengan sepeda motor untuk melayani kliennya. Selain itu, Lina juga membuka usaha skincare di rumahnya, di ruang tamunya yang berukuran 3×5 m.

Mendaki Bersama

Sahabat D’Impact, kegigihan Lina pun terasa oleh putri tunggalnya yang kala itu duduk di bangku SMA di kota Bogor. Pada tahun 2007, setahun setelah ibunya merintis usaha, ia menawarkan jasa skincare ibunya kepada teman-teman dan guru-guru di sekolahnya.

“Ternyata, promosi dari mulut ke mulut itu lumayan menambah pelanggan. Selain itu dukungan dari  tetangga dan komunitas teman-teman di gereja juga makin memperbanyak pelanggan saya,” imbuh Lina, akhir Mei 2025.

Waktu itu, seorang artis yang kebetulan tinggal sekompleks dengan Lina juga tertarik melakukan perawatan skincare di kliniknya. Alhasil, kepercayaan dirinya bertambah.

Pada tahun 2012, Lina memberanikan diri untuk membuka klinik kecil dengan memasang plang bertuliskan “Michell Skincare”. Dengan bantuan sponsor yang menyediakan 3 buah tempat tidur untuk perawatan, usahanya mulai berkembang. Saat itu pula ia memberanikan diri merekrut 3 karyawan.

Kini, berkat kegigihan, konsistensi serta keberaniannya, juga dukungan dari orang-orang di sekitarnya, kliniknya telah dilengkapi dengan 6 tempat tidur dan melayani lebih banyak pelanggan.

Tersandung Pandemi, Bangkit Lagi

Sahabat D’Impact, pandemi Covid-19 pada tahun 2020 menjadi tantangan besar bagi banyak pelaku usaha, termasuk Lina. Usahanya mengalami penurunan drastis, dan gajinya di tempat kerja di Jakarta pun dipotong.

Namun, ia memilih untuk tidak memberhentikan karyawannya. Sebaliknya, ia menggaji mereka dengan sebagian gajinya sendiri.

“Saya tahu kalau karyawan saya pun membutuhkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Saya kasihan dengan mereka. Apalagi mengingat mereka yang selama ini telah setia dari awal membuka usaha ini bersama saya,” ungkapnya.

Keterbukaan dan Kepercayaan

Oleh ketiga karyawannya, Lina dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati dan menghargai setiap anggota timnya. Ia percaya bahwa kesuksesan bisnis tidak lepas dari kontribusi seluruh tim.

Karena itu, ia berusaha menciptakan lingkungan kerja yang positif. Selain memberikan gaji bulanan tepat waktu, ia juga memberikan uang makan, merayakan ulang tahun karyawan dengan bingkisan, dan membagi hasil penjualan produk dengan adil. Ia pun terbuka dalam pembukuan dan mempercayai karyawannya sepenuhnya.

“Kepemimpinan itu adalah tanggung jawab, punya prinsip, jadi panutan, dan bisa memahami bawahan,” ia menambahkan.

Tak beda halnya dalam berinteraksi dengan pelanggan, sahabat D’Impact. Kepada pelanggan, Lina juga menekankan pentingnya keterbukaan dan kepercayaan. Ia selalu menjelaskan secara detail tentang produk yang digunakan dan tidak menjanjikan hasil instan. Ia yakin bahwa, dengan pendekatan yang jujur dan hasil yang memuaskan, pelanggan akan merasa percaya dan loyal terhadap layanan yang diberikan.

Sahabat D’Impact, perjalanan Vinsensa Gerosa Lina adalah bukti bahwa dengan tekad, kerja keras, konsistensi dan kepemimpinan yang baik, siapa pun bisa meraih kesuksesan dalam bisnis.

Namun, tentunya, buah yang dipetik sekarang tak serta-merta muncul. Nah, hal apa saja yang membentuk Lina hingga ia berhasil menekuni bisnis ini selama hampir 20 tahun meski dihadang berbagai rintangan? Mari simak jawabannya di artikel berikutnya, sahabat D’Impact!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *