Penulis: Patrisia A. Pantouw

Editor: Melissa Puspa Chandra

Kreativitas

Kreativitas dan inovasi memukau justru banyak terobosannya di era modern ini yang di pimpin oleh kaum perempuan. Siapa bilang perempuan terbelenggu dalam stereotip ketinggalan zaman? Tak terkecuali dalam pemberdayaan kelompok rentan, seperti komunitas disabilitas yang kerap diperhadapkan dengan keterbatasan.

Salah satu sosok perempuan visioner tersebut adalah Ibu Anita Prajitno, pencetus dan penggerak komunitas Deus Caritas Est “Artikel Website Bincang Inklusi Terkait” , sebuah komunitas pengrajin berdisabilitas. Seperti apa perjalanannya dalam membangun harapan, mengubah keterpurukan menjadi berkah, dan mengusahakan kesetaraan disabilitas lewat komunitas ini? Mari simak dalam ulasan berikut, sahabat D’Impact:

 

Kreativitas: Dari Keprihatinan Menjadi Gerakan

Deus Caritas Est lahir ketika, suatu hari, Ibu Anita ditanya oleh seorang penyandang disabilitas, “Adakah pelatihan yang bisa membuat kami mandiri?” Pertanyaan itu mengusik hatinya. Ia pun mulai mengadakan pelatihan kerajinan tangan bagi para penyandang disabilitas. Namun, ia merasa itu belum cukup. “Pulang pelatihan, bawa apa?” ia bertanya-tanya. Ia pun membawa keresahan ini dalam doa-doanya, memohon petunjuk dari Tuhan.

Jawaban datang perlahan. Ia mulai memasarkan produk hasil pelatihan ke masyarakat luas, dan pembeli pun mulai bermunculan.Diawali 2 pengrajin, Deus Caritas Est kini membina 12 penyandang beragam jenis disabilitas yang bergabung lewat informasi dari mulut ke mulut. Mereka pun tak hanya membuat kerajinan, tetapi juga menyempurnakan produk dengan sentuhan kreatif — menambahkan ornamen, mengemas dengan apik, hingga memasarkan hasil kolaborasi seperti akar wangi (vetiver), tanaman aromatik yang akarnya sering dijadikan kerajinan dan produk eco-friendly, yang menjadi signature komunitas ini.

Dari seluruh Indonesia yaitu Sumatera Utara sampai Papua, produk mereka sekarang diburu karena unik dan punya personal touch. Setiap karya adalah cerita kegigihan: dirombak berulang kali hingga mencapai kualitas terbaik.

Kreativitas, Inovasi di Tengah Badai yang Lebih dari Sekadar Uang

Sahabat D’Impact,”Kunjungi website D’Impact Indonesia” , bagi Ibu Anita, Deus Caritas Est bukan sekadar bisnis. Tujuannya lebih mulia: mengangkat harkat dan martabat penyandang disabilitas dan mematahkan stigma bahwa mereka hanya bisa meminta-minta. Untuk itu, ia menerapkan sistem seleksi ketat. Calon pengrajin harus melalui tes komitmen, karena pembinaan di sini berfokus pada penguatan mental. “Saya mau memberikan mereka kesadaran dan membuat tumbuh semangat dalam diri mereka untuk mau berjuang karena ini hidup mereka,” tegasnya.

Deus Caritas Est tak luput dari hantaman pandemi COVID-19. Produksi terhenti, orderan pun menyusut. Namun, Ibu Anita tak menyerah. Dengan cepat, ia berinovasi: memproduksi masker kain yang saat itu sangat dibutuhkan. Tak hanya itu, komunitas ini lantas berkolaborasi dengan ilustrator lokal untuk melahirkan desain totebag eksklusif yang menarik pasar muda.

Berkat pun datang tak terduga, sahabat D’Impact. Sebuah video viral tentang anggota Deus Caritas Est — penyandang disabilitas daksa yang mandiri berkursi roda — mendorong penjualan melonjak.

Tuhan juga membukakan jalan lewat Taman Doa Hati Tersuci Maria di Pantai Indah Kapuk 2, di mana para pengrajin Deus Caritas Est diberi kesempatan mengelola toko rohani. Taman Doa Our Lady of Akita di Pantai Indh Kapuk 2 pun mempersilakan mereka menjual produk karya mereka di sana.

 

Ibu, Bukan Pemimpin

Meski menjadi motor penggerak Deus Caritas Est, Ibu Anita enggan disebut pemimpin. “Saya hanyalah seorang ibu yang sangat mengasihi mereka,” ujarnya rendah hati.

Gaya kepemimpinannya memang khas keibuan: penuh kesabaran, mendengarkan, dan fokus pada pertumbuhan individu.

Kisah dan penuturan Ibu Anita ini mengingatkan kita bahwa perempuan adalah agen perubahan. Jadi, mari kita dukung setiap perempuan di sekitar kita untuk menggunakan kreativitas, berinovasi dan memperoleh hak kesetaraan mereka, sahabat D’Impact. Seperti Ibu Anita dan Deus Caritas Est-nya, yang membuktikan bahwa disabilitas bukan batas, dan perempuan bukanlah pihak yang perlu diragukan.

April 21, 2025

Ibu Anita seperti malaikat tak bersayap. Pemerhati kami para penyandang disabilitas, khususnya di DCE , Beliau berkah bagi kami, menjadikan kami lebih semangat dan percaya diri. Beliau bisa jadi sahabat dan ibu yang baik bagi kami…God bless you mom, we love you….so much

April 24, 2025

Iya, benar sekali ibu Veronica Sari. Ibu Anita Prajitno telah menginspirasi sahabat D’Impact juga. Terima kasih komentarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *